Toko Kelontong Bukan Cuma Soal Bisnis

toko kelontong

Kemajemukan toko kelontong belakangan ini awalnya merupakan inisiasi beberapa pihak untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha-usaha mikro masyarakat di antara gempuran bisnis retail besar. Namun, siapa yang menyangka bahwa kehadiran toko kelontong terdekat kini bukan sekadar menawarkan barang-barang konsumsi di tengah-tengah kawasan penduduk? Siapa yang menduga jika toko kelontong kini tidak hanya berputar soal bisnis semata?

Ya, tidak sedikit pemilik toko kelontong yang bergabung menjadi mitra SRC merasakan langsung fenomena ini. Perlu diketahui, SRC adalah platform yang mengelola dan membantu pemilik toko kelontong mengembangkan bisnis mereka. Upaya-upaya yang dilakukan tidak sekadar mendanai modal untuk renovasi toko kelontong agar tampak modern, namun juga memberikan pendampingan usaha dan fasilitas seperti paguyuban untuk menjadi wadah perkumpulan bagi sesama mitra SRC.

Seorang mitra SRC dari Bali, contohnya. Belasan tahun ia merantau ke Pulau Jawa untuk mencari rezeki. Namun, kegagalan kerap ia temui. Akhirnya ia memutuskan pulang ke Bali untuk memulai kembali dari nol. Berkat campur tangan SRC, kini ia tidak hanya memiliki toko kelontong saja. Akan tetapi ia juga telah menjadi pembina bagi 40 pemilik outlet toko kelontong mitra SRC di Bali. Dengan wawasan dan kemahiran yang dimilikinya, ia dapat membantu puluhan pemilik toko kelontong lainnya.

Ibu Liana dari Lombok pun demikian. Beliau telah bergabung dengan SRC sejak 2013 silam. Sejumlah arahan dan masukan yang diberikan oleh tim SRC membantunya meningkatkan jumlah karyawan. Artinya, ia telah berhasil membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Tidak berhenti di situ saja, Ibu Liana pun berusaha untuk memberikan pelayanan pada masyarakat sekitar. Caranya adalah dengan membuka toko kelontongnya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, sejak tiga hari pasca gempa Lombok 2018 silam.

Ibu Nuraini dari Sidoarjo juga tidak mau kalah. Beliau membantu menaikkan omzet pelaku usaha UKM ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya. Berkat masukan dari tim SRC, beliau menyediakan satu spot baru yang dinamakan dengan Pojok Lokal. Spot ini diperuntukkan bagi usaha-usaha rumahan warga sekitar yang belum mendapatkan tempat pemasaran. Strategi ini membuat panganan ringan seperti kerupuk rengginang yang dijual di toko kelontongnya dikenal masyarakat luas. Bahkan pada musim mudik kemarin, pemudik membeli makanan-makanan ringan tersebut. Hal ini pun membuat Ibu Nuraini merasa telah membantu membangun identitas lokal daerahnya.

Komitmen SRC untuk membantu mitra SRC terbukti bukan hanya isapan jempol semata. Sejumlah hal baik sudah berhasil dicapai beberapa pemilik toko kelontong berkat arahan tim SRC. Dampak positif inilah yang diharapkan dapat menyebar luas hingga ke wilayah-wilayah Indonesia lain. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *