Jangan Salah, Begini Cara Merespon Anak yang Over Aktif!

Anak yang terlalu aktif atau over aktif tidak perlu dikhawatirkan. Sebagian anak memang memiliki energi lebih dan sulit untuk diam. Terkadang hal tersebut memang membuat Anda kerepotan dan tak jarang juga pada akhirnya membuat Anda merasa jengkel. Terlebih lagi jika sedang ada di tempat publik seperti di mall atau di tempat playground anak di Jakarta. Namun, jangan sampai Anda merespon sikap Si Kecil dengan cara yang salah. Ada cara-cara tertentu yang harus Anda ketahui untuk memperlakukan anak yang over aktif. Ingin tahu caranya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

menghadapi anak hyperaktif
menghadapi anak hyperaktif
  • Berikan aturan-aturan jelas dan konsisten

Untuk membuat Si Kecil lebih mendengar perintah Anda, maka buatlah peraturan yang jelas dan konsisten. Seperti jam tidur siang misalnya. Beri tahu dan berikan pengertian pada Si Kecil untuk selalu tidur siang tepat setiap jam 1 siang. Apabila ia memberontak, tetap konsisten untuk mengajaknya tidur siang.

  • Katakan “Ya”

Pernah menonton film Yes Man? Itu yang harus Anda lakukan sekarang terhadapa anak Anda. Cobalah untuk selalu mengatakan ya pada kondisi-kondisi tertentu. Misalnya ketika Si Kecil ingin mencoba memetik tanaman di halaman atau memotong kue bolu yang telah Anda buat. Biarkan Si Kecil menjelajahi keinginan dan rasa penasarannya. Ketika Si Kecil memotong kue, Anda justru bisa menjadikannya momentum untuk melatih kemampuan motoriknya dari belajar menggunakan pisau.

  • Salurkan sikap aktif anak

Untuk mengendalikan anak yang terlalu aktif, Anda bisa menyalurkan sikap aktif anak pada kegiatan atau permainan yang bermanfaat. Sebagai contoh, ketika anak Anda tidak bisa berhenti berlari ke sana dan ke mari, ajaklah ia bermain clay atau lego. Dengan begitu, anak bisa menyalurkan sikap aktifnya pada permainan yang menarik sekaligus menantang ini.

  • Pahami perasaan anak dan tunjukan kasih sayang

Sebagai orangtua, Anda harus menjadi orang yang paling memahami perasaan anak. Jadi, daripada menasihati anak dengan nada tinggi atau marah, sebaiknya berilah pengertian pada anak dengan lembut. Tetap jaga kontak fisik Anda dengan Si Kecil seperti mengusap punggung ketika sebelum tidur atau memeluknya untuk menunjukkan kasih sayang.

Dengan cara-cara di atas, Si Kecil akan merasa bahwa Anda mengerti dan menyayanginya, sehingga ia pun dapat lebih mengerti setiap kata yang Anda sampaikan dan mengontrol diri. (Source: ibupedia) (Rima)

Sharing is caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *