Bagaimana Sistem dan Siklus Kerja AC Sentral?

AC Gedung sentral

AC gedung komersial dan pencakar langit, pusat perbelanjaan, dan tempat publik lainnya umumnya menggunakan AC sentral. Pertimbangannya adalah benda elektronik satu ini bisa mendinginkan ruangan—seberapa pun ukurannya—dengan hasil yang merata. Sehingga, kesejukan bisa tersebar secara adil, walau hanya melalui satu unit AC saja.

Setelah membaca paragraf di atas, mungkin Anda jadi bertanya-tanya, memangnya bagaimana sistem dan siklus kerja AC sentral sampai banyak digunakan di gedung-gedung besar? Nah, artikel ini akan coba menguraikan jawabannya. Simak kelanjutannya, ya.

AC Gedung sentral
AC Gedung sentral

Mengenal AC sentral

Seperti yang telah disinggung di atas, AC sentral dapat mendinginkan seluruh bangunan. Hal ini tentu berbeda dengan AC jenis lainnya yang hanya mendinginkan satu ruangan saja. Pendingin ruangan seperti ini juga diklaim menjadi model paling nyaman dan efektif untuk persoalan udara sejuk di dalam ruangan. Mengutip situs Departemen Energi Amerika Serikat, keunggulan lain dari AC sentral adalah tidak bising, mudah dioperasikan, serta efisien.

Sistem kerja AC sentral

Bila dianalogikan, sistem kerja AC pada umumnya sama seperti sistem kerja kulkas. Maksudnya adalah dinding gedung berfungsi seperti pintu kulkas, yakni sebagai pemisah antara udara di luar dan di dalam gedung. Oleh sebab itu ketika AC dinyalakan, sebaiknya pintu dan jendela gedung atau ruangan ditutup rapat.

Dilansir dari laman Sears Home Service, sistem AC sentral dikenal sebagai “sistem split”, yang berarti ‘sisi dingin’ koil dalam gedung terpisah dari ‘sisi panas’ AC di luar ruangan, atau unit kompresor AC sentral. Sisi dingin terdiri dari katup ekspansi dan koil dingin, yang umumnya diletakkan di bagian atas atau kerangka atap gedung. Sedangkan sisi dingin terdiri dari unit kompresor dengan koil panas berukuran panjang dan dilengkapi dengan kipas serta kontrol suhu (atau termostat).

Siklus kerja AC sentral

Siklus kerja AC sentral dimulai ketika termostat memberi sinyal jika suhu udara di dalam gedung perlu diturunkan. Selanjutnya, melalui pipa saluran yang terhubung antara sisi dingin dan sisi panas AC, kompresor menarik panas dan lembap dalam gedung dan memindahkannya ke luar gedung, atau melepaskannya ke sisi panas.

Di saat yang bersamaan, udara hangat dari luar ditarik oleh kompresor untuk dihembuskan ke bagian koil sisi dingin. Dengan demikian, udara berubah menjadi dingin dan siap untuk dilepas ke bagian dalam gedung. Sedangkan panas yang dilepaskan dari udara hangat dalam koil sisi dingin akan dikembalikan ke unit kompresor melalui pipa saluran. Siklus ini akan terus terjadi hingga gedung mendapatkan suplai udara sejuk yang diinginkan.

Perlu diketahui bahwa proses pemanasan dan pendinginan di atas membutuhkan sekitar 40 persen energi listrik gedung. Oleh sebab itu, penting bagi pemilik gedung untuk mengetahui faktor-faktor penting saat memilih AC sentral agar hasilnya sesuai dengan energi yang dipakai.

Demikianlah ulasan tentang sistem dan siklus kerja AC sentral. Semoga informasi di atas cukup membantu Anda, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *